Sadar Dampak Emisi, Indonesia Mantap Menjajal Energi Terbarukan

Sadar Dampak Emisi, Indonesia Mantap Menjajal Energi Terbarukan! Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya. Tidak heran jika dari kekayaan alam tersebut dimanfaatkan sebagai sumber energi. Sumber energi sendiri terbagi atas dua hal, yaitu sumber energi fosil dan sumber energi berkelanjutan. Sumber energi fosil merupakan sumber energi yang berasal di ambil dari reservoir.

Energi Terbarukan

Energi Terbarukan

Ketika digunakan terus menerus, energi ini akan habis. Sementara energi berkelanjutan yaitu energi yang juga berasal dari alam namun ketika digunakan secara terus menerus tidak akan habis. Energi ini juga disebut sebagai energi terbarukan. Anda bisa simak di situs kumpulan tips terbaik untuk mengatahui informasi terbaru dan terlengkapnya.

Kedua energi ini jelas berbeda. Energi fosil itu berasal dari batu bara, minyak bumi dan gas. Jika digunakan secara terus menerus pasti akan habis. Selain itu, dampak yang ditimbulkan juga menghasilkan emisi-emisi yang merugikan. Sementara energi terbarukan berasal dari alam seperti air, angin, dan panas bumi. Dampak yang ditimbulkan dari energi ini juga bisa dikatakan zero emisi.

Indonesia sendiri sudah mantap menjajal energi terbarukan. Menyadari dampak yang akan ditimbulkan dalam jangka panjang, kementerian ESDM sudah merumuskan penggunaan teknologi ini. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah krisis energi di waktu yang mendatang.

Jawa Timur, Sumatera Selatan, Riau, Batam dan Kalimantan Timur sudah dikenalkan mengenai energi terbarukan ini oleh James Kwok. Pria kelahiran Bandung yang memilih menjadi warga Australia ini memperkenalkan sebuah energi yang di klaim sebagai energi ramah lingkungan dan bebas emisi. Teknologi ini memanfaatkan sumber daya alam berupa air. Itulah mengapa disebut pula dengan istilah SHE atau smart hydro energy.

Di Sidrap, kementrian ESDM turut mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Bayu sendiri berarti angin. Dari namanya saja sudah jelas bahwa energi terbarukan ini memanfaatkan sumber daya alam berupa angin. Selain Sidrap, Jeneponto juga akan menerapkan hal serupa.

Baca juga : http://tipslengkap.com/perkembangan-handphone-dari-masa-ke-masa/

Tidak hanya air dan angin, Indonesia juga tercatat sebagai negara kedua penghasil panas bumi terbesar di dunia. Jadi, sudah semestinya kekayaan ini bisa dimanfaatkan dengan energi terbarukan agar mengurangi krisis energi di waktu yang mendatang.

shares